Selasa, 09 November 2021

Menua

Apabila datang sebuah hari tanpa esok

Aku berharap detik terakhirku di bumi ditemani satu sosok

Yaitu kamu, sederhana juga menenangkan


Tak sempurna, tapi layak kuperjuangkan

Tak mungkin hidup berjalan bahagia selalu

Tapi denganmu, hal-hal buruk akan lebih cepat berlalu

Tentunya kadang isi kepala kita berseberangan

Juga berbagai argumen yang tak jarang berujung kekesalan

Tapi kurasakan itu sebagai petualangan


Dinamika dan fluktuasi yang membuatku tak mau pergi

Kenapa? Karena kulakukan itu bersamamu

Entah bagaimana kulewati waktu kalau bukan dengan kamu


Denganmu, aku mau menghabiskan usia bersama

Denganmu, saling menopang arungi dunia bersama

Berdua lengkapi kekurangan satukan perasaan

Terima kasih istriku, menualah bersamaku



(Sebelum Menyesal - Wira Nagara x Dion Agung)

Jumat, 22 Oktober 2021

Berdua

Langit mulai menjadi  jingga, kala ku melaju menjemputmu

Memunculkan elok wajah sayumu dalam sendunya langit yang tak lagi biru

Menunggumu dalam riuh lelahnya senja dunia

Ada rasa yang tak bisa tergambarkan oleh kata

Ketika kulihat kau turun dari bis kota


Segala cemas, rindu, dan lelah seketika luruh habis

Malam jadi saksinya, kala perjalanan pulang kini menjadi begitu romantis

Dibawah terang lampu kota, ku selalu bahagia

mendengarmu bercerita sendu, tawa, hingga tangis


Aku ingin terus melihatmu dipenghujung hariku

Aku ingin terus mendengar ceritamu dalam senang maupun sedihmu

Aku ingin terus merasakan erat pelukmu ditiap hari-hariku


Aku ingin selalu berdua denganmu, dalam gelap yang mulai datang

Aku ingin selalu berdua denganmu, diantara gemerlap bintang bintang

Aku ingin selalu berdua denganmu, hingga ajal menjelang

Sabtu, 03 Juli 2021

Perpaduan Kita


Selalu ada yang dinanti pada setiap degup penuh arti

Menanti hari dimana semua mata tertuju pada aku dan kamu yang kini menjadi satu

Menikmati peleburan hati, dan semua hal tentang perpaduan aku dan kamu

Ijab qobul, mahar, seserahan, hingga gaun pernikahan yang dulu begitu menguras fikiran

Kini telah berhasil dengan begitu baik kita selesaikan

 

Kini semua telah kita lewati, setelah seluruh rangkaian acara yang menguras isi hati

Hingga tiba saatnya kini kita memulai perjalanan panjang bernama pernikahan

Perjalanan yang terlihat begitu terjal, namun denganmu kurasa semua tak kan ada sesal

Membiasakan diri, mendewasakan diri, saling mengerti, dan semua hal yang akan aku lalui

Akan begitu mudah kulewati jika kamu yang ada bersamaku disini

 

Jika nanti kita temui kerikil terjal hingga curamnya gunung dalam kisah kita

Berjanjilah kita tak pernah gentar, percayalah kita mampu hadapi itu semua

Berjanjilah untuk tak mudah menyerah hadapi setiap badai dunia

Sebab aku akan selalu ada untukmu,

Sebab kini aku dan kamu akan selalu bersama

 

 

Rabu, 30 Juni 2021

Hadirmu

Terkadang tangis tak selalu tentang mengurai luka, ia juga mengisyaratkan bahagia dalam derai air mata.

Seperti saat ini, saat kau hadir di tengah hati yang hampir kehilangan asa

Merasuk seketika dalam sepi, menyentuh hatiku yang telah lama terbiasa sendiri

 

Cinta, hadirmu terasa. menyuguhkan karunia

Benar, aku jatuh cinta. Pada tiap senyum dan gelak tawa yang kau punya

Sendu matahari yang baru saja mengintip di ujung timur terasa biasa saja

jika ia disandingkan dengan senyuman indah yang kau suguhkan pada dunia

Terang bulan tak lagi terlihat menawan jika ia disandingkan

dengan raut wajahmu yang penuh kesejukan

Entahlah,gemerlap bintang pun kalah meriah oleh hatiku yang kini sedang merekah

 

Kadang, cinta terlalu jauh dicari, hingga melupa sosok yang ada selama ini

Dicari yang paling tepat, tanpa sadar kamu hadir begiu dekat

Menyusuri ruang penasaran terbaik, hingga berpasrah pada perasaan yang di bolak-balik.

Berputar hebat merotasi waktu, sebab telah datang pesona gugup menunggu akan hadir waktu 

dimana kan ku ucap ijab qobul didepan seluruh tamu.

Memberi kejutan yang menyenangkan, memberi pelukan yang menenangkan. 

 

Kini, waktu itu telah datang di pelupuk mataku

Bersandar pada keyakinan dan komitmen padamu

Mengucap syukur yang jauh lebih dalam lagi

Bersujud padaNya jauh lebih lama lagi

Menatap masa bersama bersanding dalam atap yang sama

 

Hingga nanti aku bisa menetap dengan indah. 

Pada satu hati, pada satu cinta yang mendiami. 

Setia pada pilihan, walau jauh dari kesempurnaan.

Sebab bahagia itu diciptakan bukan ditemukan. 

 

Bertanggung jawab secara adil,  pada setiap keping hatimu yang ku ambil.

Bertanggung jawab secara penuh, menjaga hubungan agar tetap utuh. 

Menjadi satu-satunya alasan cinta yang jatuh, tanpa meminta harapan lain yang harus runtuh.

Menjagamu, agar tetap utuh dipelukanku, hingga terlepas oleh kehendak waktu.



Sabtu, 08 Mei 2021

Hai Manis

Hai manis,
Ehm.. Ini bukan sebuah sapaan receh,
karena ini adalah rangkaian pujian untukmu yang telah buatku meleleh.
Pemilik senyum yang buat hatiku menetap, dan kepada yang lain aku tak mau menoleh.

Laksana gula, kau membuat hidupku manis seketika, semutpun cemburu karena tak mampu mengerubungi dirimu, sebab diriku yang akan lebih dulu melakukan itu.

Tebu yang terekstrak pun akan berhenti memproses dirinya, karena untuk apa menjadi gula bila engkau tetap menjadi yang termanis satu satunya.

Stevia, aspartam, sakarin, dan berbagai pemanis lainnya pun lenyap seketika karena mereka hanyalah buatan, sedangkan kau adalah manis yang tuhan ciptakan untuk nantinya melengkapiku menjalani hidup di dunia.

Maka manis..tersenyumlah, aku tau hari harimu tengah berjalan berat dengan segala ujian yang sedang kau hadapi, namun tanpa senyummu waktu hanya akan menjadi pahit yang bertampah pekat setiap detiknya.

Rabu, 14 April 2021

Jatuh Hati

Degup jantung menyatu detik, menikmati rintik rindu padamu pemilik paras cantik
Menghitung detik demi detik menanti masa kala garismu dan garisku berpadu satu
Bertemu menjadi satu titik tanda dimulainya sebuah perjalanan panjang bernama pernikahan
Beralaskan cinta, berbekal doa, aku masih berdiri di jalan ini
Meredakan setiap peliknya badai, melumat seluruh batu dan duri perjalanan
Kamu satu satunya alasan bagiku tuk terus berdiri
 
Bagaimana mungkin aku menjauh, jika hanya padamu keangkuhanku meluluh?
Bagaimana mungkin aku pergi, jika hanya wajahmu yang selalu menghiasi mimpi?
Bagaimana mungkin aku menyerah, jika hanya padamu hatiku bersinggah?
 
Sebab senyummu buat hatiku terkunci..
Sebab lakumu menisyaratkan lembutnya hati..
Sebab padamu aku jatuh hati...

Jumat, 09 April 2021

KAMU

Secerah langit setelah datangnya deras hujan
Asaku jelas terlihat pada indah bola matamu
Sukmaku bersimpuh jatuh hati pada indah parasmu
Kamu, dengan segala kesederhanaanmu
Tak pernah gagal buatku diam terpaku
 
Sesederhana ranjang tidur di kamarku
Kamu hadir sebagai tempat ternyaman bagiku
Setelah habis kuhadapi rumit peliknya dunia semu
Menetap dengan nyaman, bersama lembut tuturmu

Semegah mahameru
Kubangun cintaku padamu
Kokoh menjejak tinggi, kuat tak tergoyahkan
 
Serapat benteng pertahanan roma
Kututup hatiku untuk wanita selainmu
Sebab denganmu, telah penuh segala ruang cintaku
 
Mencintaimu kini menjadi candu bagiku
Menikmati seluruh ornament mesra di dalamnya
Merasakan setiap detail bahagia karenanya

Selasa, 12 Januari 2021

CAHAYA

Masih kuingat jelas perihnya luka kala itu.
Awal tahun yang masih saja kelabu.
Telah 9 bulan setelah semua berakhir,
Namun luka ku belum temui kata akhir
Hari berganti, waktu terus berlari..

Ku coba segala cara untuk pulih,
Membuang kenangan yang kini hanya tinggal buih

Meniru penyohor yang pernah ada di lubang yang sama, pergi berkelana menengok secercah indah ciptaan-Nya
Pulau Pari, cibodas, lembang, dieng, hingga borobudur pun belum mampu sembuhkan luka yang masih menganga

Hingga cahaya itu datang, terbit dari mata indahmu
Tak perlu lama untukku jatuh cinta padamu.
Kota bandung jadi saksinya,
Pertemuan singkat yang ubahku menjadi lebih kuat.
Bertekad untuk mengikat, mendekat hingga melekat erat