Terkadang tangis tak selalu tentang mengurai luka, ia juga mengisyaratkan bahagia dalam derai air mata.
Seperti saat ini, saat kau hadir di tengah hati yang hampir kehilangan asa
Merasuk seketika dalam sepi, menyentuh hatiku yang telah lama terbiasa sendiri
Cinta, hadirmu terasa. menyuguhkan karunia
Benar, aku jatuh cinta. Pada tiap senyum dan gelak tawa yang kau punya
Sendu matahari yang baru saja mengintip di ujung timur terasa biasa saja
jika ia disandingkan dengan senyuman indah yang kau suguhkan pada dunia
Terang bulan tak lagi terlihat menawan jika ia disandingkan
dengan raut wajahmu yang penuh kesejukan
Entahlah,gemerlap bintang pun kalah meriah oleh hatiku yang kini sedang merekah
Kadang, cinta terlalu jauh dicari, hingga melupa sosok yang ada selama ini
Dicari yang paling tepat, tanpa sadar kamu hadir begiu dekat
Menyusuri ruang penasaran terbaik, hingga berpasrah pada perasaan yang di bolak-balik.
Berputar hebat merotasi waktu, sebab telah datang pesona gugup menunggu akan hadir waktu
dimana kan ku ucap ijab qobul didepan seluruh tamu.
Memberi kejutan yang menyenangkan, memberi pelukan yang menenangkan.
Kini, waktu itu telah datang di pelupuk mataku
Bersandar pada keyakinan dan komitmen padamu
Mengucap syukur yang jauh lebih dalam lagi
Bersujud padaNya jauh lebih lama lagi
Menatap masa bersama bersanding dalam atap yang sama
Hingga nanti aku bisa menetap dengan indah.
Pada satu hati, pada satu cinta yang mendiami.
Setia pada pilihan, walau jauh dari kesempurnaan.
Sebab bahagia itu diciptakan bukan ditemukan.
Bertanggung jawab
secara adil, pada setiap keping hatimu
yang ku ambil.
Bertanggung jawab
secara penuh, menjaga hubungan agar tetap utuh.
Menjadi satu-satunya alasan
cinta yang jatuh, tanpa meminta harapan lain yang harus runtuh.
Menjagamu, agar tetap
utuh dipelukanku, hingga terlepas oleh kehendak waktu.