Selasa, 10 April 2018

Untukmu, perempuanku

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Hati ini bergetar saat ijab qabul lancar keluar dari mulut lelaki itu , seketika semua hal tentang dirimu terlukis detail dalam ingatanku. Baik, buruk, sayang,  cinta, kedewasaan, kekanak kanakan dirimu semua kutahu.
Khawatirku, bahagiaku, haru, semua campur aduk dalam sesaat, pecah lewat tetesan air mata haru.
Perempuan dengan sejuta kenangan, lalui 23 tahun hidup bersama dalam rumah. ketawa, berantem, maafan, curhat curhatan, semua kita lalui bersama.  tentu tak mudah melepaskanmu begitu saja.
Bukan hanya sekedar kakak, mba tisa sudah menjadi orang tua, sahabat, sosok contoh yg baik untuk ku.
Wahai Perempuan ku, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, kini kau sudah di persunting lelaki pilihanmu, lelaki hasil istikharahmu, Lelaki yang insya Allah akan jadi sahabat terbaik, teman hidup, dan pemimpin hidup mu, lelaki yang Insya Allah akan merubahmu menjadi lebih baik lagi, lelaki yang Insya Allah akan meluruhkan amarahmu yang kadang sulit dikendalikan, lelaki yang Insya Allah akan memelukmu bagaimanapun kondisimu, Lelaki yang Insya Allah jadi Imam yang menuntunmu menuju jannah.
Selamat menempuh lautan rumah tangga bersama Kekasihmu, doaku akan terus mengalir untuk kebaikan kalian berdua.  Barakallah ❤️Mbak Tisaku tersayang @fatisa