Jumat, 06 Oktober 2023

Cerita Pelayaran

Celotehan nahkoda muda tentang pelayarannya

bersandar pada ratusan pelabuhan

hadapi ombak, karang lautan, hingga indah pemandangan

berlayar lintasi samudra tanpa tau kapan ia akan menetap


di depannya duduk nahkoda tua

dengan bekas luka di dadanya

terukir jelas garis kasar di sekujur tubuhnya

buah dari ribuan pelayaran dan pertempuran dengan badai


bersyukur sang nahkoda sudah menemui pelabuhannya

kapal telah bersandar, jangkar telah digelar

tambang sudak terikat kuat

sang nahkoda telah menetap pada pelabuhan terindah di dunia


Hanya senyum tipis yang terlukis pada sang nahkoda tua 

kala mendengar celotehan nahkoda muda yang begitu berapi api

'selamat berlayar, selamat mengukir sejarahmu sendiri'

Nahkoda tersenyum bersama segala memori pelayarannya

Sabtu, 04 Februari 2023

Umma

 1 juni 2022 sesaat setelah fajar menampakkan dirinya. 

Setelah 29 jam sabar menikmati setiap proses bukaan dan segala intrik persalinan walau belum waktunya.

Sesuatu yang dimaknai sakit hingga sudah tak punya kata untuk digambarkan.

Sendirian, ditengah dinginnya tembok ruang operasi. 

kala tak ada perantara komunikasi antara aku, abba, dan kamu. kecuali suara hati yang saling mendoakan


Berulang kali abba mengirimkan doa pada putri cantik yang sedari tadi sudah tak sabar ingin bertemu malaikatnya, khusuk di depan pintu ruang operasi.

obrolan satu arah ku kepada kamu, yang tak pernah berhenti sejak tengah malam tadi. 

Mengisyaratkan "semangat dek! kita akan bertemu sebentar lagi" "ayo dak kuat sebentar lagi" 

Sinyal ku kirim berulang kali dan diterima dengan cerdasnya kamu.


Semakin lama sakit terus berganti dengan goncangan hebat pada perut ku, aku hampir menyerah dengan semua itu

hingga tibalah saatnya, dengan robekan tujuh lapis kulit perut, kita pertama kali bertemu

Kita berhasil nak..kita berhasil. 

akhirnya tidak sendirian lagi, kamu ada di sampingku. dengan tangis yang meluruhkan seluruh khawatir, dan rasa takut.

putri cantik itu telah bertemu malaikatnya. 


Dalam letih dan tak berdaya, ku lihat wajah cantikmu terbungkus kain, menatap seakan akrab mengenaliku.

kulit merah muda dengan bibir hidung persis mirip abba mu.

selamat datang duhai kamu yang terlalu cantik untuk jadi putriku

Umma