Senin, 01 Agustus 2022

Diujung Malam

Dujung malam, ketika gelap hampir menemui sang fajar

Suaramu mematahkan mimpi menjadi sadar

Memecah gelap sunyi

Membangunkan setiap makhluk diruangan ini


Di sampingmu masih berdiri satu sosok 

Yang sedari sore sibuk mengumpulkan air sakti

untuk bekalmu lewati hari demi hari, kini, hingga nanti


Menjaga raga agar tetap terjaga

Merawat sadar yang kian memudar

Tanpa keluh, penuh akan sabar


Bagai karang, raganya kokoh melindungimu

Bak lautan, hatinya luas mendekapmu

Sentuhannya lembut sarat akan kasih sayang

Dengan ridhonya kau dapatkan ridho Tuhanmu


Nak, apapun yang akan terjadi nanti, ketahuilah ia akan selalu menyayangimu

Kelak, saat kau besar nanti, kau kan tahu 

Ialah malaikat yang Tuhan titipkan sebagai tempatmu bersandar

Ialah wanita yang kau panggil umma