Dujung malam, ketika gelap hampir menemui sang fajar
Suaramu mematahkan mimpi menjadi sadar
Memecah gelap sunyi
Membangunkan setiap makhluk diruangan ini
Di sampingmu masih berdiri satu sosok
Yang sedari sore sibuk mengumpulkan air sakti
untuk bekalmu lewati hari demi hari, kini, hingga nanti
Menjaga raga agar tetap terjaga
Merawat sadar yang kian memudar
Tanpa keluh, penuh akan sabar
Bagai karang, raganya kokoh melindungimu
Bak lautan, hatinya luas mendekapmu
Sentuhannya lembut sarat akan kasih sayang
Dengan ridhonya kau dapatkan ridho Tuhanmu
Nak, apapun yang akan terjadi nanti, ketahuilah ia akan selalu menyayangimu
Kelak, saat kau besar nanti, kau kan tahu
Ialah malaikat yang Tuhan titipkan sebagai tempatmu bersandar
Ialah wanita yang kau panggil umma