Senin, 20 Juli 2015

Titip Rindu Pada Malam

Untukmu yang namanya tak pernah lupa kusebut dalam setiap tadahan tangan doaku. Malam ini kupandangi langit cerah bersama bintang bintang yang menghiasi. Kau sedang apa? semoga kau juga sedang memandang langit yang sama, berharap pandangan kita bertemu diatas sana.

Inilah yang biasa kulakukan kala rinduku padamu mulai meluap-luap, ingin sekali rasanya kepeluk dirimu saat ini, tapi kutahu ini belum saatnya. Saat ini aku hanya bisa mendoakanmu dari sini, dari jauh. Berharap doaku dapat memelukmu disetiap lelap tidurmu, kudengar doa adalah cara terbaik memelukmu dari jauh.

Malam ini aku hanya bisa menitipkan salamku beriring senyum pada bintang bintang diatas sana, semoga bintang itu menampakkan sinar terangnya sehingga kau bisa melihatnya.

Hampir setiap malam ku melihat senyum manismu dalam indahnya mimpiku. Setiap sepertiga malam ku panjatkan doaku agar mimpiku menjadi kenyataan suatu saat nanti. melihat senyum mu di setiap pagiku.

Entah aku begitu yakin suatu saat nanti kubisa memandang langit yang sama disampingmu, disini

Minggu, 28 Juni 2015

Untuk Kesekian Kalinya

Untuk kesekian kalinya
ku ucapkan kalimat taubat
bersimpuh lemah dalam sunyinya malam-Mu
mengucap janji dalam penyesalan

Entah untuk yang keberapa
air mata ini deras tertumpah
mengalir lembut, membasahi wajahku

Teringat seluruh maksiat serta lalaiku
Tuhan, aku malu pada-Mu
berkali-kali ku lantangkan kalimat taubat
berkali-kali pula ini terulang

Rasanya tak pantas untukku menerima ampunanMu ya Rabb..
Namun jika bukan kepada-Mu..
kepada siapa lagi aku memohon ampun?

Jumat, 22 Mei 2015

Untukmu, yang turun kejalan


Teruntuk kalian yang turun kejalan
Kalian yang rela berpanasan
Rela ditembus timah senapan
Demi bangsa yang lebih mapan

Teruntuk kalian pejuang keadilan
Sadarkah kalian pahlawan?

Tuhan selalu bersama kita kawan
Melekat dalam setiap hembus nafas kalian
Tuhan tau siapa kalian

Kawan, kitalah pelopor perubahan
Tak perlu kecil karena celaan
Jangan gentar karena hinaan
Dari mereka yang masih awam

Kita hanya perlu bertahan
Melawan setiap kezholiman
Karena kita adalah pahlawan
Masa depan bangsa ditangan kalian

Salam cinta penuh perjuangan
HIDUP MAHASISWA

Senin, 18 Mei 2015

Salahkah Aku?


aku tau kau wanita kuat
Kau bisa apapun yang kau mau
Kau begitu mandiri dan selalu yakin bisa jaga diri
Tapi salahkah aku jika ku ingin menjagamu?

Begitu banyak lelaki sholeh di sekelilingmu
Tak sulit bagimu jika suatu saat kau memilih salah satu dr mereka
Aku? Sangat jauh dari kata sholeh
Tapi salahkah aku jika ku bermimpi menjadi imammu?

Memaang..ku tak kan pernah tau masa depan ku
Ku tak kan pernah mengetahui siapa jodoh ku kelak
Itu semua adalah misteri Illahi
Tapi salahkahku jika aku berharap kaulah jodohku?

Salahkah aku mencintaimu?

Sabtu, 09 Mei 2015

Puisi Untukmu


Awan putih menemaniku malam ini. malam bertambahnya umurmu
Sayup - sayup terbayang wajah mu yang penuh senyum
Tampak jelas senyum pertamamu kepadaku kala itu
Rampok! Ya, kau merampok duniaku kala itu
Ikhlas, tulus, nan ramah tergambarkan lewat senyum manismu

Layaknya mawar dipadang gersang
Indah, mengundang harapan
Semerbak wanginya hingga ke angan angan
Tampak bersinar ditengah panasnya padang
Itulah kau, alis

Alis, aku masih setia disini, menjaga niat ini
Niatku untuk bisa mendampingimu selamanya
Insha Allah..


Selasa, 14 April 2015

Obrolan di pinggir danau


Suatu hari di pinggir danau aku bertanya kepada alis,

   "alis apa hal besar yang sangat ingin kau lakukan dalam hidupmu?"

   "Aku ingin mendaki gunung kak, aku belum pernah. Aku ingin menikmati romantisnya         atmosfir di sana, menjejaki gagahnya ciptaan-Nya, merasakan dekapan hangat nan bersahabat udara sejuk di seluruh tubuhnya, menikmati setiap lelah langkah perjuangan menuju puncaknya, aku ingin sekali menikmati momen itu"

"Alis, maukah kau pergi bersamaku?"

"Tapi kak, aku tidak diperbolehkan naik gunung oleh orang tuaku"

"Iya nanti, setelah kau tak lagi menjadi tanggung jawab orang tua mu, saat kau telah menjadi tanggung jawabku"

Alis tersenyum malu..
Hatiku berdebar, kata kata itu keluar begitu saja dr bibirku.


Amin

Selasa, 24 Februari 2015

'Rasa'

Kala hati tak sanggup lagi menahan rasa
Saat lisan kehilangan kata kata
Ketika raga tak sungkan lagi menempuh lelah
Hanya jemari yang dapat bicara

Kasih, Rasa ini begitu besar
Tulus nan suci dari lubuk hati terdalam
Begitu lembut mengalir dalam desiran darahku
Indah, mewarnai setiap sisi dalam hatiku

Kasih. Bantu aku menerjemahkan rasa ini
Kala ku begitu takut kehilangan mu
Saat ku selalu ingin berada di sampingmu
Menjagamu di setiap jengkal langkah kakimu

Kasih, inikah yang biasa orang sebut cinta?
Tidak! Rasa ini lebih dari cinta.
Walau akupun tak pernah faham apa itu 'cinta'
Kasih. Kurasa tak kan pernah ada kata
yang sanggup menggambarkan rasa ku ini
Mungkin aku hanya menyebut ini dengan 'rasa'

Kasih. kurasa Tak sanggup ku menyembunyikan rasa ini
Walau selalu kucoba menyimpannya di dasar palung samudra hati ini
Rasa ini selalu saja muncul dalam lemahnya akalku
Walau bibir ini sangat pintar menjaga rasa ini
Tapi jiwa ini tidak begitu pintar menyembunyikannya

Kasih, apakah kau tahu?
Apakah kau tahu rasaku ini?
Walau tak pernah kuberharap kau mengetahuinya

Kasihku...aku sangat me-rasa-i mu