Minggu, 22 September 2019

PASRAH

Badai sejenak mereda
Lubuk hati yang kian lega
Menikmati kesendirian
Bercumbu dengan kesunyian

Biarlah kenangan tetap menetap
Bersama aroma tubuhmu yang tak kunjung lenyap
Yang terkadang jadi bunga dalam lelap
Namun setidaknya ku sudah tak lagi berharap

Tak perlu mencari cinta yang baru
Hanya melahirkan harapan pilu

Aku menunggu kejutan dariMu
Hanya dariMu

Senin, 02 September 2019

FATAMORGANA

Pagi itu aku katakan cinta di depannya
Setelah kurasa aku muak dengan tingkahnya yang terus merengek
Seperti penyembah berhala

Kuberi ia ciuman mesra
Bukan tanda cinta
Hanya agar ia senang diberi kecupan dari berhalanya

Kukurimkan bunga lewat kawannya
Biar makin bergetar jiwanya
Cukup kulihat dari jauh bagaimana tingkah lucunya yang begitu bahagia setelah menerima hadiah manis dari sang pujaan yang dianggap paling manis

Mungkin dengkulnya akan lemas tak berdaya
Jari jarinya layu bagai sawi yg kehilangan nutrisinya
Jiwanya luruh..bersama kebahagiaan palsu

Bagai temukan sungai ditengah gurun pasir
harapan besar nan indah..
Namun..fanaa

Hanya fatamorgana