Degup jantung menyatu detik, menikmati rintik rindu padamu pemilik paras cantik
Menghitung detik demi detik menanti masa kala garismu dan garisku berpadu satu
Bertemu menjadi satu titik tanda dimulainya sebuah perjalanan panjang bernama pernikahan
Beralaskan cinta, berbekal doa, aku masih berdiri di jalan ini
Meredakan setiap peliknya badai, melumat seluruh batu dan duri perjalanan
Kamu satu satunya alasan bagiku tuk terus berdiri
Bagaimana mungkin aku menjauh, jika hanya padamu keangkuhanku meluluh?
Bagaimana mungkin aku pergi, jika hanya wajahmu yang selalu menghiasi mimpi?
Bagaimana mungkin aku menyerah, jika hanya padamu hatiku bersinggah?
Sebab senyummu buat hatiku terkunci..
Sebab lakumu menisyaratkan lembutnya hati..
Sebab padamu aku jatuh hati...