Selasa, 17 November 2020

Asa Baru

 Tepat setelah lampu-lampu di padamkan
Kau menyala sebagai satu satunya yang aku inginkan
Pertemuan kita sore itu datang sebagai cahaya baru
Menjadi pembatas antara asa dan masa kelam
 
Disini, ditempat yang waktu itu dengan susah payah kau datangi
Ditengah dingin hujan yang menusuk hingga ke nadi
Seketika hatiku mengisyaratkan asa yang mungkin bisa ku dapati
 
Tepat setelah jejak-jejak di langkahkan
Kau menyapa sebagai satu-satunya yang ku nantikan
Tak bisa kuragu, kaulah pemilik senyum manis yang selama ini aku rindukan
Beribu strategi jitu sudah matang kupersiapkan
Baik, buruk, resiko semua tak luput dari detail perencanaan
 
Sungguh, kau buat jantungku berdegup melebihi batasnya
Memompa darah lebih cepat keseluruh raga
Seperti genderang perang yang ditabuh pertanda dimulainya sebuah perjuangan
Kau menjadi satu satunya yang kini aku perjuangkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar