1 juni 2022 sesaat setelah fajar menampakkan dirinya.
Setelah 29 jam sabar menikmati setiap proses bukaan dan segala intrik persalinan walau belum waktunya.
Sesuatu yang dimaknai sakit hingga sudah tak punya kata untuk digambarkan.
Sendirian, ditengah dinginnya tembok ruang operasi.
kala tak ada perantara komunikasi antara aku, abba, dan kamu. kecuali suara hati yang saling mendoakan
Berulang kali abba mengirimkan doa pada putri cantik yang sedari tadi sudah tak sabar ingin bertemu malaikatnya, khusuk di depan pintu ruang operasi.
obrolan satu arah ku kepada kamu, yang tak pernah berhenti sejak tengah malam tadi.
Mengisyaratkan "semangat dek! kita akan bertemu sebentar lagi" "ayo dak kuat sebentar lagi"
Sinyal ku kirim berulang kali dan diterima dengan cerdasnya kamu.
Semakin lama sakit terus berganti dengan goncangan hebat pada perut ku, aku hampir menyerah dengan semua itu
hingga tibalah saatnya, dengan robekan tujuh lapis kulit perut, kita pertama kali bertemu
Kita berhasil nak..kita berhasil.
akhirnya tidak sendirian lagi, kamu ada di sampingku. dengan tangis yang meluruhkan seluruh khawatir, dan rasa takut.
putri cantik itu telah bertemu malaikatnya.
Dalam letih dan tak berdaya, ku lihat wajah cantikmu terbungkus kain, menatap seakan akrab mengenaliku.
kulit merah muda dengan bibir hidung persis mirip abba mu.
selamat datang duhai kamu yang terlalu cantik untuk jadi putriku
Umma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar