Sesederhana senyum mu, seperti itulah alasan ku mencitaimu
Menikmati setiap rindu yang datang diantara terangnya kerlip bintang
Melangitkan doa dalam tiap rintik hujan yang jatuh bersama harapan
Denganmu aku belajar, bahwa Tuhan tak pernah tidur
Ia tak pernah melewatkan setiap kata yang terucap dalam tiap doa hambanya
Denganmu aku mengerti, bahwa masa indah akan selalu hadir pada saat yang tepat
Bersama setiap luka yang telah kudapat, bersama seluruh asa yang dulu hilang dalam senyap,
Setulus gelak tawamu, seperti itulah hatiku mencintaimu
Tanpa banyak tuntutan, tenang, dan cukup, tak berlebih
Ada ego yang luruh, bersama setiap pecahnya tawa ringanmu
Mehapuskan setiap amarah, melenyapkan setiap angkuhnya hati
Kau hadir di waktu yang begitu tepat, saat badai besar telah sepenuhnya reda
Tidak! Kau lah yang ternyata meredakan badai, dengan pribadimu yang sederhana
Kasih, tetaplah disini, hingga nanti ku menetap dengan damai dalam sederhananya hatimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar