Pagi itu aku katakan cinta di depannya
Setelah kurasa aku muak dengan tingkahnya yang terus merengek
Seperti penyembah berhala
Kuberi ia ciuman mesra
Bukan tanda cinta
Hanya agar ia senang diberi kecupan dari berhalanya
Kukurimkan bunga lewat kawannya
Biar makin bergetar jiwanya
Cukup kulihat dari jauh bagaimana tingkah lucunya yang begitu bahagia setelah menerima hadiah manis dari sang pujaan yang dianggap paling manis
Mungkin dengkulnya akan lemas tak berdaya
Jari jarinya layu bagai sawi yg kehilangan nutrisinya
Jiwanya luruh..bersama kebahagiaan palsu
Bagai temukan sungai ditengah gurun pasir
harapan besar nan indah..
Namun..fanaa
Hanya fatamorgana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar