Menyapa mu setiap pagi
Walau bagimu mungkin tak begitu berarti
Adalah caraku meredam rindu ini
Melihat wajahmu setiap hari
Walau mungkin hanya hitungan detik
Adalah caraku memastikan dirimu baik baik saja hari ini
Mendoakanmu malam ini
Dengan penuh harap dikabulkan oleh sang Pemilik Hati
Adalah usaha terbaikku saat ini
Untuk menjagamu setiap hari
Kamu, yang saat ini masih jadi doa bagiku
Lanjutkan perjuanganmu
Tak usah memikirkanku
Tenang saja, aku masih disini untukmu
Rabu, 04 Juli 2018
Senin, 25 Juni 2018
Kasih, aku rindu
Kasih, apa yang harus kulakukan?
Senyummu tak mau pergi dari kepalaku
Menyisakan rindu yang tak kunjung usai
Kasih, kau pakai parfum apa?
Harum tubuhmu tertinggal dalam benakku
Kasih, kau ini makhluk apa?
Aku tak bisa berhenti merindukan mu
baru kemarin kita bertemu, terasa setahun kita berpisah. Ini apa?
Apakah ini indikasi kecanduanku padamu?
Tak bisa kujauh darimu.
Kasih, aku rindu
Senyummu tak mau pergi dari kepalaku
Menyisakan rindu yang tak kunjung usai
Kasih, kau pakai parfum apa?
Harum tubuhmu tertinggal dalam benakku
Kasih, kau ini makhluk apa?
Aku tak bisa berhenti merindukan mu
baru kemarin kita bertemu, terasa setahun kita berpisah. Ini apa?
Apakah ini indikasi kecanduanku padamu?
Tak bisa kujauh darimu.
Kasih, aku rindu
Selasa, 10 April 2018
Untukmu, perempuanku
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ
Hati ini bergetar saat ijab qabul lancar keluar dari mulut lelaki itu , seketika semua hal tentang dirimu terlukis detail dalam ingatanku. Baik, buruk, sayang, cinta, kedewasaan, kekanak kanakan dirimu semua kutahu.
Khawatirku, bahagiaku, haru, semua campur aduk dalam sesaat, pecah lewat tetesan air mata haru.
Perempuan dengan sejuta kenangan, lalui 23 tahun hidup bersama dalam rumah. ketawa, berantem, maafan, curhat curhatan, semua kita lalui bersama. tentu tak mudah melepaskanmu begitu saja.
Bukan hanya sekedar kakak, mba tisa sudah menjadi orang tua, sahabat, sosok contoh yg baik untuk ku.
Wahai Perempuan ku, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, kini kau sudah di persunting lelaki pilihanmu, lelaki hasil istikharahmu, Lelaki yang insya Allah akan jadi sahabat terbaik, teman hidup, dan pemimpin hidup mu, lelaki yang Insya Allah akan merubahmu menjadi lebih baik lagi, lelaki yang Insya Allah akan meluruhkan amarahmu yang kadang sulit dikendalikan, lelaki yang Insya Allah akan memelukmu bagaimanapun kondisimu, Lelaki yang Insya Allah jadi Imam yang menuntunmu menuju jannah.
Selamat menempuh lautan rumah tangga bersama Kekasihmu, doaku akan terus mengalir untuk kebaikan kalian berdua. Barakallah ❤️Mbak Tisaku tersayang @fatisa
Hati ini bergetar saat ijab qabul lancar keluar dari mulut lelaki itu , seketika semua hal tentang dirimu terlukis detail dalam ingatanku. Baik, buruk, sayang, cinta, kedewasaan, kekanak kanakan dirimu semua kutahu.
Khawatirku, bahagiaku, haru, semua campur aduk dalam sesaat, pecah lewat tetesan air mata haru.
Perempuan dengan sejuta kenangan, lalui 23 tahun hidup bersama dalam rumah. ketawa, berantem, maafan, curhat curhatan, semua kita lalui bersama. tentu tak mudah melepaskanmu begitu saja.
Bukan hanya sekedar kakak, mba tisa sudah menjadi orang tua, sahabat, sosok contoh yg baik untuk ku.
Wahai Perempuan ku, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, kini kau sudah di persunting lelaki pilihanmu, lelaki hasil istikharahmu, Lelaki yang insya Allah akan jadi sahabat terbaik, teman hidup, dan pemimpin hidup mu, lelaki yang Insya Allah akan merubahmu menjadi lebih baik lagi, lelaki yang Insya Allah akan meluruhkan amarahmu yang kadang sulit dikendalikan, lelaki yang Insya Allah akan memelukmu bagaimanapun kondisimu, Lelaki yang Insya Allah jadi Imam yang menuntunmu menuju jannah.
Selamat menempuh lautan rumah tangga bersama Kekasihmu, doaku akan terus mengalir untuk kebaikan kalian berdua. Barakallah ❤️Mbak Tisaku tersayang @fatisa
Senin, 31 Oktober 2016
Luka cinta
Saat Cinta telah kecewa
pecah disana
hancur tak tersisa
buyar semua
hanya sesal yang tersisa
bersama harapan yang tak pernah sirna
kepercayaannya telah dilukai
Kasih sayangnya telah dinodai
maaf saja tak pernah cukup untuk ini
andai waktu bisa diulang
akan kuperbaiki semua
agar tak ada tangis diantara kita
semoga saja niatnya masih tersisa
niat tuk hidup bersama
aku tak pernah tau isi hatinya
masihkah aku dihatinya?
hanya waktu yang bisa menjawabnya
ini tentang janji
janji yang berkali kali dikhianati
sampai bosan toleransi menaungi
seperti pejabat masa kini
banyak janji tak ada bukti
tak tahu apa yang saat ini ia rasa
masihkah ia menyimpan cinta?
entahlah, yang jelas aku masih sangat cinta
katanya tak ada cinta tanpa pengorbanan
mungkin kini saatnya berkorban
demi menjaga asa tuk mempersuntingnya
salam hangat untukmu yang ada dalam doa
dari aku, si dungu yang mau berubah
pecah disana
hancur tak tersisa
buyar semua
hanya sesal yang tersisa
bersama harapan yang tak pernah sirna
kepercayaannya telah dilukai
Kasih sayangnya telah dinodai
maaf saja tak pernah cukup untuk ini
andai waktu bisa diulang
akan kuperbaiki semua
agar tak ada tangis diantara kita
semoga saja niatnya masih tersisa
niat tuk hidup bersama
aku tak pernah tau isi hatinya
masihkah aku dihatinya?
hanya waktu yang bisa menjawabnya
ini tentang janji
janji yang berkali kali dikhianati
sampai bosan toleransi menaungi
seperti pejabat masa kini
banyak janji tak ada bukti
tak tahu apa yang saat ini ia rasa
masihkah ia menyimpan cinta?
entahlah, yang jelas aku masih sangat cinta
katanya tak ada cinta tanpa pengorbanan
mungkin kini saatnya berkorban
demi menjaga asa tuk mempersuntingnya
salam hangat untukmu yang ada dalam doa
dari aku, si dungu yang mau berubah
Jumat, 24 Juni 2016
Rekamanmu
"...aku tak tahu harus bagaimana, aku merasa tiada berkawan selain dirimu, selain cintamu..."
suaramu begitu khas, sedikit serak waktu itu.
terdengar jelas menyanyikan lagu itu lewat rekaman ponselmu
sangat terasa begitu dalam dari lubuk hatimu
aku tahu dik,betapa besar rasa takutmu akan kehilanganku
tak pernah bosan kuputar rekamanmu setiap malam
menemani sepinya malamku.
terlebih, akhir akhir ini. saat begitu banyak konflik menerpa kita
seperti sihir, air mataku tak pernah bisa terbendung
kala mendengar rekamanmu
kau seperti menaruh seluruh harapan mu, seluruh rasa takutmu saat itu
pada setiaap kata yang keluar dari mulut mungilmu itu
ingin sekali kupeluk erat tubuhmu saat itu
membisikkan padamu, bahwa aku masih disini dik
aku tak akan pergi darimu
namun, lagi lagi...
ini belum saatnya..
dik, saat kita mulai terasa menjauh...
ingat lagi seluruh rencana kita,
dengarkan lagi rekamanmu,
baca lagi, tulisan tulisanku...
kau akan merasakan betapa megahnya rasa ini..
suaramu begitu khas, sedikit serak waktu itu.
terdengar jelas menyanyikan lagu itu lewat rekaman ponselmu
sangat terasa begitu dalam dari lubuk hatimu
aku tahu dik,betapa besar rasa takutmu akan kehilanganku
tak pernah bosan kuputar rekamanmu setiap malam
menemani sepinya malamku.
terlebih, akhir akhir ini. saat begitu banyak konflik menerpa kita
seperti sihir, air mataku tak pernah bisa terbendung
kala mendengar rekamanmu
kau seperti menaruh seluruh harapan mu, seluruh rasa takutmu saat itu
pada setiaap kata yang keluar dari mulut mungilmu itu
ingin sekali kupeluk erat tubuhmu saat itu
membisikkan padamu, bahwa aku masih disini dik
aku tak akan pergi darimu
namun, lagi lagi...
ini belum saatnya..
dik, saat kita mulai terasa menjauh...
ingat lagi seluruh rencana kita,
dengarkan lagi rekamanmu,
baca lagi, tulisan tulisanku...
kau akan merasakan betapa megahnya rasa ini..
Rabu, 06 April 2016
Jangan Pergi
Rasa ini, masih sama seperti saat pertama kali aku jatuh
hati padamu
Rindu ini, tak pernah berubah rasanya tiap kali kau jauh
dariku
Sayang ini, masih saja meluap-luap
Rasanya hatiku tak cukup luas untuk menampung rasa sayangku
padamu
Detik berganti menit..
Menit berganti jam..
Jam berganti hari...
Hari berganti bulan...
Bulan berganti tahun...
Tak terasa..perjalanan kita sudah menginjak bulan ke 15
sayang
Sudah 1 tahun 3 bulan ku jaga rasa ini.
Begitu singkat jika dibanding dengan perjuangan kita kedepannya
Tak terhitung berapa banyak halangan yang telah kita tebas
habis selama ini
Tak tergambar seberapa besar halangan yang telah kita
hancurkan tak bersisa
Tapi ini masih terlalu kecil sayang....
Dibanding dengan halangan yang akan menghampiri kita nantinya
Kasihku, tetaplah disini, bersama ku
Kita lewati segala rintangan bersama
Kita wujudkan semua mimpi kita yang telah kita bangun selama
ini
Sungguh, aku sangat mencintaimu kasih
Jangan pergi...
-Kodok-
Kamis, 04 Februari 2016
Dear Sayang
Sayang, apa kabarmu? Masihkah aku berada dihatimu?
Sayang, masihkah niat mu hidup bersamaku terpaku kuat dalam hatimu?
Ataukah, ada lelaki yang lebih mempesona di luar sana?
Sayang, jujur aku sangat takut kehilangmu...
Tapi aku tak berani mengungkapkan itu padamu, khawatir kau malah pergi untuk selamanya.
Biarlah berjalan seperti ini saja, agar aku masih bisa bermimpi tuk menjagamu sampai akhir hidupmu.
Sayang, izinkanku tuk bermanja manja padamu dalam buku ini, karena hanya di buku ini aku bisa memanggilmu "sayang"
Hanya dibuku ini kubisa mengugkapkan seluruh perasaanku.
Sayang, kau tau? Begitu banyak mimpiku bersamamu , besar harapanku tuk bisa hidup bersamamu.
Sayang, tak pernah putus doaku untuk bisa menjagamu suatu saat nanti.
apakah kau berdoa yang sama? Semoga doaku bertemu dengan doamu diatas sana
Sayang, aku sangat menyayangimu...
Tak peduli orang berkata apa tentangmu, aku begitu kagum akan kelembutan hatimu di balik kerudung panjangmu.
Aku tak tahu apakah rasa ini baik atau malah buruk bagiku, tapi yang jelas kau kini menjadi salah satu semangat hidupku setiap pagi..
Sayang, kuharap kau masih setia menjaga cintamu hanya untukku. Walau aku pun tak pernah tahu pasti siapa nama yang kau sebut di setiap doamu..
Sayang, masihkah niat mu hidup bersamaku terpaku kuat dalam hatimu?
Ataukah, ada lelaki yang lebih mempesona di luar sana?
Sayang, jujur aku sangat takut kehilangmu...
Tapi aku tak berani mengungkapkan itu padamu, khawatir kau malah pergi untuk selamanya.
Biarlah berjalan seperti ini saja, agar aku masih bisa bermimpi tuk menjagamu sampai akhir hidupmu.
Sayang, izinkanku tuk bermanja manja padamu dalam buku ini, karena hanya di buku ini aku bisa memanggilmu "sayang"
Hanya dibuku ini kubisa mengugkapkan seluruh perasaanku.
Sayang, kau tau? Begitu banyak mimpiku bersamamu , besar harapanku tuk bisa hidup bersamamu.
Sayang, tak pernah putus doaku untuk bisa menjagamu suatu saat nanti.
apakah kau berdoa yang sama? Semoga doaku bertemu dengan doamu diatas sana
Sayang, aku sangat menyayangimu...
Tak peduli orang berkata apa tentangmu, aku begitu kagum akan kelembutan hatimu di balik kerudung panjangmu.
Aku tak tahu apakah rasa ini baik atau malah buruk bagiku, tapi yang jelas kau kini menjadi salah satu semangat hidupku setiap pagi..
Sayang, kuharap kau masih setia menjaga cintamu hanya untukku. Walau aku pun tak pernah tahu pasti siapa nama yang kau sebut di setiap doamu..
Langganan:
Postingan (Atom)